Powered by:

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Monday, June 21, 2010

CO2 Kontrol Perubahan Suhu Sejak Jutaan Tahun Lalu


Sebuah temuan baru mengenai perubahan iklim mengungkapkan bahwa ternyata karbon dioksida telah menjadi faktor utama yang mengontrol suhu secara global selama jutaan tahun.

Sebuah tim riset yang dipimpin oleh peneliti dari Brown University mengatakan iklim di daerah tropis selama 2.700.000 tahun berubah seiring dengan penyebaran dan mundurnya lapisan es di kawasan utara.

"Tadinya kami berpikir memiliki penjelasan yang sederhana atas perubahan dari zaman es ke tropis oleh karbon dioksida. Namun nyatanya, itu tidak mudah seperti yang diharapkan. Kami yakin, jawaban itu ada di laut," terang salah satu peneliti Timothy Herbert, seperti yang dilansir Science Daily, Senin (21/6/2010).

Tim ini menganalisa perubahan yang terjadi di dasar laut dari Laut Arab, Laut Cina Selatan, Pasifik timur dan Samudra Atlantik khatulistiwa.

Temuan mereka menunjukkan bahwa pola iklim di daerah tropis memiliki siklus Ice Age dalam kurun waktu 2,7 juta tahun terakhir, dan karbon dioksida telah memainkan peran utama dalam menentukan pola iklim global.

Melihat sisa-sisa kimia organisme laut kecil, para ilmuwan bisa menyimpulkan suhu permukaan laut 3,5 juta tahun terakhir, dan menemukan bahwa saat itu suhu pada zaman es mencapai 1-3 derajat celcius.

"Tropis yang mereproduksi pola ini baik dalam pendinginan yang menyertai glasiasi di belahan bumi utara dan waktu perubahan itu," kata Herbert.

"Kejutan terbesar bagi kita adalah bagaimana pola serupa tampak di seluruh daerah tropis sejak sekitar 2.7 juta tahun yang lalu. Kami tidak mengharapkan kesamaan tersebut," tambahnya.

Para ilmuwan juga mencocokan dengan data dengan catatan tingkat karbon dioksida dalam 800.000 tahun terakhir, yang mencakup tujuh tahun sebelum zaman es berakhir, dari inti es yang diambil di Antartika.

Mereka menemukan bahwa karbon dioksida di atmosfer turun sekitar 30 persen pada setiap siklus, dan bahwa sebagian besar diserap oleh Atlantik Utara dan Samudra Selatan. Pola ini dimulai 2.700.000 tahun yang lalu, dan jumlah karbon dioksida atmosfer diserap oleh lautan telah intensif dengan setiap zaman es berturut-turut.

"Tampaknya mungkin bahwa perubahan karbon dioksida merupakan alasan yang paling penting mengapa suhu tropis berubah, bersama dengan umpan balik uap air," kata Herbert.
CO2 Kontrol Perubahan Suhu Sejak Jutaan Tahun Lalu

Sunday, May 30, 2010

Pakai Ponsel Tak Menyebabkan Kanker Otak

Penggunaan perangkat telepon seluler di seantero pelosok dunia saat ini sedemikian berlipat ganda sejak 1980-an. Sejumlah pengamat bahkan menyamakan dampak era maraknya penggunaan ponsel kini sama dahsyatnya dengan meluasnya dampak revolusi industri pada permulaan abad ke-19 terhadap tatanan kehidupan manusia sehari hari di muka bumi.

Namun, sejalan dengan semakin massal pemakaian yang bagaikan roket yang mengangkasa, ternyata mencetuskan kekhawatiran adanya dampak negatif terhadap penggunaannya. Disebut-sebut bahwa penggunaan telepon seluler bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tumor dalam jaringan otak manusia yakni; glioma atau meninggioma. Penyebabnya adalah paparan gelombang elektromagnetik sinyal seluler yang intensif terhadap organ dalam kepala bagi kalangan pengguna ponsel.

Sejumlah riset di berbagai negara industri terutama di Eropa menunjukkan sejumlah hasil yang ternyata saling berseberangan sama sekali. Ada hasil riset yang menyatakan tidak adanya indikasi kanker tetapi ada juga sejumlah riset dengan metode "biological and cellular test" yaitu dengan percobaan atas binatang percobaan atau eksperimen yang dengan sengaja diberi dosis paparan radiasi jenis mobile-phone-type radiation yang menunjukan adanya peningkatan kasus tumor.

Hampir satu dekade silam yang lalu dengan mempertimbangkan urgensi kejelasan atas persoalan ini, sejumlah negara industri maju lalu bekerja sama berhimpun mengadakan riset 'The Interphone Study' yang mencakup 13 negara. Riset ini dilakukan dengan metode wawancara dan pengamatan atas para penderita tumor kanker otak dari penduduk di 13 negara di atas. Objek penelitian adalah orang yang terbiasa menggunakan ponsel. Terhimpun sebagai objek penelitian adalah 2,708 penderita glioma dan 2,409 penderita meningioma. Sebanyak 7,658 orang diteliti sebagai kelompok "matched contro", yakni orang berkondisi sehat tidak mengalami penyakit tumor yang juga pengguna ponsel.

Metode dengan pengamatan komprehensif demikian dipandang lebih menjamin validitas hasil riset yang hasil risetnya menunjukkan adanya peningkatan munculnya tumor. Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkini International Journal of Epidemiology menyimpulkan tidak adanya kaitan antara pengguna telepon seluler dengan indikasi peningkatan munculnya tumor otak. Hasil riset ini sepertinya sejalan dengan gambaran umum betapa dalam periode yang sama dengan maraknya penyebaran penggunaan ponsel dunia tidak mengalami peningkatan angka statistik yang signifikan untuk gangguan penyakit tumor otak.

Seorang ahli epidemiologist dari Universitas Leeds, seraya meyakini opini yang sama juga mengimbuhkan riset "Interphone" bagaimanapun juga masih memiliki kekurangan, yaitu objek penelitian terbatas pada responden usia dewasa. Penelitian sama sekali tidak dapat mengetengahkan penderita gangguan tumor di antara kalangan penderita yang telah mengalami 15 tahun. Oleh karenanya, akan lebih meyakinkan hasilnya serta lebih komprehensif apabila dilaksanakan riset lanjutan yang menyertakan pengamatan atas kalangan usia kanak-kanak serta memperpanjang waktu pengamatan.

Periset juga menguji beberapa kelompok kecil untuk mengetahui kemampuan mengingat pemakai ponsel. Kemampuan mengingat ini disebut sebagai "recall bias". Penderita kanker otak ternyata masih memiliki kemampuan mengingat yang baik dan hasil pengujian menunjukan kedua kelompok yang diteliti mempunyai kesamaan. Terbukti melalui riset ini pemakaian ponsel tidak menyebabkan efek "recall bias".
Pakai Ponsel Tak Menyebabkan Kanker Otak

Saturday, May 1, 2010

Nasa Punya Bukti Kehidupan Di Mars

BADANantariksa Amerika Serikat, NASA, mengaku memiliki bukti tentang kehidupan di Planet Mars. Ilmuwan NASA mengungkap perihal bukti kuat tentang kehidupan di planet yang di kenal dengan sebutan Planet Merah itu. Keyakinan akan adanya kehidupan di Mars itu didasarkan pada sebuah misi khusus ke Planet Mars, yang telah menemukan adanya bentuk kehidupan seperti kolam dan blok bangunan sebagaimana halnya bangunan yang diketahui manusia di Bumi. Seperti dikutip dari The SUN, NASA mengumumkan bahwa penelitian dari misi Opportunity dan Spirit, telah menemukan tanda-tanda kehudupan ekstratersterial di Mars. Hasil penelitian itu begitu menjanjikan para ilmuwan NASA yang telah merencanakan sebuah misi lain. Misi lain yang telah direncanakan tersebut memang ditujukan untuk menemukan apakah ada kehidupan lain di alam semesta. Misi sebelumnya ke Mars, telah mengumpulkan bukti adanya sulfat, yang menjadi indikasi kuat di mana ada air maka di situ ada kehidupan. Sedangkan NASA misi baru-baru ini, telah menyimpulkan tentang adanya air di Mars. Namun para ilmuwan NASA juga menyatakan, misi sebelumnya telah membuktikan adanya kehidupan di Mars. Peneliti di Arizona State University, Jack Farmer, menyatakan bahwa dirinya optimis akan adanya kehidupan di Mars. Sedangkan Ilmuwan lain di Universitas California, Bill Schopf, mengatakan, citra Mars yang dihasilkan Opportunity memang menunjukkan adanya lapisan sulfat dan gypsum di Mars.
Nasa Punya Bukti Kehidupan Di Mars

Kendalikan Mobil Tanpa Stir

Para peneliti dari Jerman telah mengembangkan teknologi terbaru, dimana mengendalikan mobil tidak perlu dengan stir, tapi cukup dengan menggunakan mata. Raul Rojas, peneliti dari Universitas Free Berlin, menjelaskan mengenai tekonologi mengendalikan mobil dengan gerakan mata ini. Stir mobil akan bergerak sesuai dengan arah gerakan mata. Rojas bersama timnya mempresentasikan temuan teknologi ini di saat cuaca cerah, langit biru, di lahan bandara di Jerman. Teknologi baru ini diperagakan dengan melintasi landasan pacu bandara Tempelhof, dimana mengemudikan mobil tanpa stir. Mobil seperti dikendalikan tangan hantu. Teknologi mobil dengan dikendalikan mata ini bisa melaju dengan kecepatan hingga 31 mil per jam, atau sekitar 50 kilometer per jam. Rojas mengatakan, untuk tahap berikutnya, targetnya mobil ini bisa bergerak dengan kecepatan 60 mil per jam. "Tahap berikutnya akan bisa mencapai 60 mil per jam," kata Rojas. Dia menjelaskan, tantangan terbesar bagi mobil ini adalah saat dikendalikan di kota yang padat dengan pejalan kaki dan kendaraan lainnya. Untuk saat ini, untuk mengatasi masalah di jalan padat tersebut, pengemudi bisa melihat spion. Jika teknologi ini nantinya dikomersialkan, yang menjadi pertanyaan adalah ketika mata pengemudi tiba-tiba bergerak karena ada pemandangan bagus, atau melirik ke arah gadis dalam beberapa detik. Atau bagaimana saat pengemudi menerima panggilan telepon atau menulis pesan singkat saat sedang mengemudi.Tetapi para peneliti akan menjawab masalah-masalah itu. "The Spirit of Berlin" merupakan mobil otomatis yang dilengkapi navigasi GPS, beberapa kamera, laser, dan scanner, yang memungkinkan mobil bisa mengemudikan sendiri. "Mobil ini bisa melakukan apapun. Dia bisa secara otomatis atau dipandu gerakan mata pengemudi," ujar Rojas. Untuk mendemonstrasikan kemampuan otomatis mobil ini, Rojas melompat di depan mobil saat melaju dalam kecepatan 10 mil per jam, dan mobil berhenti seketika berkat kamera pendeteksi. "Saya beruntung kali ini," kata Rojas bergurau.
Kendalikan Mobil Tanpa Stir

Thursday, April 22, 2010

Hari Bumi 2010: Bumi Makin Kritis

Hari Bumi Internasional diperingati tiap tanggal 22 April. Hari Bumi dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini, yaitu bumi. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan selatan. Tahun ini menjadi istimewa karena mencapai 40 tahun sejak pertama kali dicanangkan. Sejak dicanangkan Peringatan Hari Bumi untuk pertama kalinya empat puluh tahun silam, bumi yang kita huni mengalami kerusakan yang semakin parah. Pemanasan global menjadi tantangan besar dewasa ini. Peringatan Hari Bumi tahun 2010 ini mengarah pada pentingnya peningkatan kebijakan iklim, efisiensi energi, energi terbarukan dan pembukaan lapangan kerja yang ramah lingkungan. Baik individu maupun pemerintah, diharapkan mampu bahu-membahu menciptakan pertumbuhan ekonomi global tanpa mengesampingkan pelestarian lingkungan.
Hari Bumi 2010: Bumi Makin Kritis

Wednesday, April 14, 2010

Cegah Kanker Dengan Wortel


Salah satu jenis penyakit degeneratif yang sangat berbahaya adalah kanker. Penyakit ini bisa tumbuh dengan cepat dan tak terkendali, yang menyerang organ-organ tubuh tanpa ampun dan umumnya membawa kematian.

Salah satu faktor penyebab penyakit kanker adalah karena adanya reaksi senyawa radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas yang merupakan senyawa kimia yang tidak stabil karena kehilangan elektron itu, akan menyerang sel-sel tubuh untuk bisa menjadi stabil. Dengan menggerogoti sel-sel tubuh secara terus – menerus dan dalam waktu lama, maka radikal bebas akan merusak dan menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga bisa menimbulkan sel-sel mutan yang berbahaya.

Munculnya senyawa radikal bebas penyebab kanker ini adalah karena aktifitas metabolisme tubuh dan berbagai faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, kandungan aneka zat kimia dalam makanan dan polutan lainnya. Untuk bisa menahan laju dan mencegah senyawa ini terus-menerus merusak tubuh, harus bisa dilawan dengan zat antioksidan yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas. Salah satu zat antioksidan yang mampu melawan keganasan radikal bebas ini adalah beta-karoten.

Beta-karoten banyak terdapat di alam, dan salah satu penghasil beta-karoten terbanyak adalah wortel. Kandungan beta-karoten dalam wortel sekitar 754 ug, masih lebih tinggi dibanding beta-karoten dalam kangkung (380 ug), daun caisin (286 ug), dan pada bayam (409 ug). Dengan kandungan beta-karoten yang tinggi tersebut, wortel sangat berpotensi dalam mencegah kanker dengan menghambat reaksi radikal bebas yang berbahaya. Makin jingga warna wortel, makin tinggi kadar beta-karotennya.
Cegah Kanker Dengan Wortel

Tips Hemat Baterai



Bagi yang memiliki kebiasaan berjam-jam dengan ponsel, tentu yang menjadi musuh utama tak lain adalah habis baterai alias ngedrop. Kalau sudah ngedrop, apa boleh buat. Pastinya, mesti menunggu berjam-jam lagi untuk mengisi ulang. Relakan kenikmatan dan kenyamanan Anda terpotong untuk beberapa jam. Terlebih lagi jika daya baterai habis di saat penting atau di dalam perjalanan, kesal hati dibuatnya. Dan tahukah Anda, ternyata seringkali baterai habis bukan lantaran kerap dipake menelepon. Melainkan, ada beberapa fitur dan layanan di ponsel yang turut serta memakan daya baterai ponsel Anda.

Nah¸untuk menghindari ihwal membosankan sepert itu, berikut ini ada sejumlah cara untuk menhindari dan mengurangi penggunaaan baterai di ponsel Anda. Berikut uraiannya:

Redupkan lampu layar
Ada baiknya redupkan lampu layar ponsel jika berada dalam ruangan yang gelap ataupun redup. Cara ini akan cukup membantu mengurangi penggunaan daya baterai yang diserap oleh lampu tersebut. Lagipula, keberadaan lampu layar di ruangan minim cahaya tidak terlalu krusial. Pasalnya, lampu utama dalam ponsel cukup mampu mensupport cahaya yang dibutuhkan ponsel. Enter

Kurangi volume
Lagi tanggung mendengarkan musik dari radio, mp3 ataupun video, supaya tak boros baterai pelankan volumenya. Tentunya, baterai akan lebih hemat lagi jika multimedia tadi dimatikan.enter

Cek Email Manual
Di kebanyakan ponsel pintar user dimanjakan dengan layanan push email. Tapi tahukah Anda, jika layanan tersebut ternyata menyedot energi. Nah, pilih mana ponsel pintar Anda jadi ‘mayat’ lantaran habis baterai, atau ponsel Anda tetap prima, meskipun Anda harus cek email secara manual. Ups, jangan lupa matikan jaringan nirkabelCek ponsel Anda, apakah jaringan nirkabel aktif atau tidak. Jika memang aktif, segera matikan. Seringkali kita lupa menon-aktifkan Bluetooth ataupun Wi-Fi. Pengkatifan jaringan nirkabel akan menyedot energi baterai. Enter

Cek Baterai
Bagi para pengguna ponsel pintar, cara ini bisa dilakukan dengan memasang aplikasi indikator energi baterai. Terdapat beberapa aplikasi yang menginformasikan kondisi daya baterai ponsel Anda.Misalnya saja, pengguna iPhone bisa memakai aplikasi Battery Go and myBatteryLife. Kedua aplikasi ini menginformasikan berapa energi baterai yang tersisa dan memprediksikan berapa menitkah ponsel Anda mampu disedot untuk telephon, memutar musik, videoa atapun online.Pun demikian dengan penggemar BlackBerry. Aplikasi NB BattStat bisa dipasang agar bisa membantu Anda mengetahui berapa lama baterai mampu bertahan dan sejauh mana temperatur panasnya. Semoga bermanfaat.
Tips Hemat Baterai